Kamis, 27 September 2012

MANUSIA DAYAK DAN KEBUDAYAAN NYA

 Manusia dayak Sejarah dan asal usul dayak Sebutan “dayak” bermakna orang yang berasal dari pedalaman atau gunung. Kata “dayak” merupakan nama kolektif bagi banyak kelompok anak suku dayak di kalimantan (lahajir,2001: 4). Meskipun demikian, penyebutan kata dayak juga mengalami perkembangan. Perubahan tersebut disebabkan oleh makna yang terkandung didalam nya. Masyarakat dayak di pulau kalimantan terdiri dari kelompok suku besar dan sub-sub suku kecil (Riwut, 1993; Rousseau, 1990). ciri khas dari suku dayak adalah berladang. Dayak merupakan salah satu etnis bangsa yang memiliki hak dan perlakuan yang sama dengan suku bangsa lain. Dayak merupakan suku bangsa yang memiliki teradisi dan adat istiadat yang tetap dilestarikan oleh para pengikut nya yang di wariskan secara turun temurun . Lagenda asal-usul Dayak Lagenda penciptaan alam semesta ini dapat ditelusuri dari doa nyangahatn. Seperti yang dikemukakan oleh Alep, F Owel dan Dodorikus. Bahwa dalam kisah tersebut, disebutkan bahwa pusat alam semesta ini terdapat sebuah pusaran air (pusat ai’ pauh janggi).inilah yang disebutkan sebagai pohon kehidupan, yang padanya lah segala sesuatu tercipta dan kepadanya pulahlah semuanya akan kembali. Pada perkawinan kosmis di pusat ai’pauh janngi kemudian tercipta kulikng langit dua putaran tanah (kubah langit dan kubah bumi), yaitu sino nyandong dan sino nyoba yang memperanakan si nyati anak balo bulatn tapancar anak matahari (nyati putri bulan dan putra matahari)kemudian memperanakan iri-iro man angin (kacau balau dan badai), memperanakan uang-uang man gantong tali (udara mengawang dan embun menggantung), memperanakan tukang nange man malekat (pandai besi dan bidadari), memperanakan sumarakng ai’ man sumarakng sunge (segala air dan segala sungai, memperanakan tunggur batukng man mara puhutn (bambu dan pepohonan), memperanakan antuyut man marajut (akar dan umbi-umbian), memperanakan popo’man rusuk (kesejukan lumpur dan tulang iga). Kesujukan lumpur adalah perempuan dan tulang iga adalah laki-laki. Kemudian ia memperanakan anteber dan guleber. Anteber dan guleber inilah yang dipercaya sebagai nenek moyang dayak kanayatn. Setelah menjadi manusia selanjutnya anteber dan guleber melahirkan anak-anaknya kemudian melahirkan anak cucu, sehinggga semakin banyak lah anak manusia di bumi.